Jalan Berlobang, Pemko Pekanbaru Harus Bertanggung jawab.

Senin, 13 Mei 2024 | 17:11:35 WIB
Jalan Berlobang, Pemko Pekanbaru Harus Bertanggung jawab.i Foto:

 

Pekanbaru,  Genta Online Com  Jalan mempunyai peranan penting terutama yang menyangkut perwujudan perkembangan antar wilayah yang seimbang, pemerataan hasil pembangunan serta pemantapan pertahanan dan keamanan nasional dalam rangka mewujudkan pembangunan nasional.

Pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah sebagai penyelenggara jalan harus segera memperbaiki jalan atau memberikan tanda jika ada jalan rusak apabila belum dapat dilakukan perbaikan jalan.

Jalan berlubang dapat menyebabkan ban mengalami kerusakan, seperti robek atau bocor. Selain itu, jika ban terus terkena jalan berlubang, maka bisa menyebabkan keausan pada ban atau bahkan bisa merusak velg.

Kondisi jalan yang rusak sering menyebabkan kecelakaan, bahkan mengakibatkan jatuh korban dan kerugian harta benda akibat terperosok atau terserempet atau ditabrak kendaraan lain saat menghindari jalan rusak tersebut.

Jalan berlubang atau rusak seringkali menjadi tantangan bagi pengemudi di berbagai daerah. Melewati jalan dengan banyak lubang dapat memberikan tekanan ekstra pada mobil dan mengakibatkan kerusakan pada berbagai komponen.

Kerusakan jalan aspal berupa lubang-lubang dapat terjadi ketika retakan-retakan dibiarkan tanpa perbaikan sehingga akhirnya air meresap dan membuat rapuh lapisan-lapisan jalan, ini dapat dilihat dibeberapa tempat di Kota Pekanbaru diantaranya Jalan Fajar Ujung, Jalan Bangau Sakti dan Jalan Cipta Karya Panam.

Ini juga disebabkan oleh Campuran material lapis permukaan jelek, seperti : Kadar aspal rendah, sehingga film aspal tipis dan mudah lepas. Agregat kotor sehingga ikatan antara aspal dan agregat tidak baik. Temperatur campuran tidak memenuhi persyaratan.

Berdasarkan Pasal 24 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pada ayat (1) disebutkan, Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk  memperbaiki Jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas. Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang  rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas.

Ketentuan Pidana sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 273, yaitu :

1. Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan  patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana  dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan  dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp.12.000.000,00  (dua belas juta rupiah).

2. Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat  (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan  pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp.24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

3. Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat  (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku  dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima)  tahun atau denda paling banyak Rp.120.000.000,00  (seratus dua puluh juta rupiah).

4. Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau  rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana  dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp.1.500.000,00 (satu juta lima  ratus ribu rupiah). (edy)

Tulis Komentar