Adam CS gagal batalkan Porprov X Kuansing, meski APBDP tidak di sahkan Kuansing tetap juara

Senin, 21 November 2022 | 00:58:56 WIB
Adam CS gagal batalkan Porprov X Kuansing, meski APBDP tidak di sahkan Kuansing tetap juarai Foto: Klasemen Proprov X Riau 2022

KUANSING  - Tuan rumah Kuantan Singingi (Kuansing) berhasil menggeser Bengkalis dari puncak klasemen sementara perolehan medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Riau 2022. Berdasarkan update sementara data perolehan medali dari PB Porprov, Sabtu (19/11/2022) pukul 21.54 WIB, Kuansing kini memimpin klasemen dengan dengan perolehan 63 emas, 47 perak dan 57 perunggu total 167 medali. Sementara Bengkalis mengemas 62 emas, 56 perak dan 66 perunggu, total 184 medali.

Perjuangannya keras PLT Bupati Kuansing Suhardiman dan TIM KONI Porprov X tetap berhasil diselenggarakan walau sempat dijegal dengan batalnya pengesahan APBD P 2022, akhirnya dengan hasil Kuansing menjadi juara, mematahkan rekor sepanjang sejarah.

Sebagaimana diketahui Kabupaten Kuansing tidak melakukan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 dikarenakan mandek di tangan DPRD Kuansing yang diketuai Adam. 

Menurut Sekda Kuansing, Dedi Sambudi hal tersebut menyebabkan gagalnya proses pembahasan perubahan APBD sesuai dengan batas waktu yang ditentukan undang-undang yakni 3 bulan sebelum berakhirnya tahun anggaran.

"Kita ini bagaimana mau membangun Kuansing kalau saling menyalahkan. Bolanya sama mereka (DPRD) kok, kenapa gak mereka bahas dari awal, kan sudah lama dikirimkan dokumennya," terang Dedy.

Kuansing menyalip Bengkalis 

Sekretaris KONI Riau, Edy Satria mengatakan, tuan rumah Kuansing terus mengejar ketertinggalan perolehan medali dari Bengkalis. Dan akhirnya, Kuansing menyalip Bengkalis pada perolehan medali sementara Porprov X Riau 2022.

“Perolehan klasemen sementara medali ini bisa saja berubah kerena masing-masing kontingen dari kabupaten/kota terus berusaha menorehkan medali, terutama Bengkalis yang hanya terpaut satu medali 1 emas dari Kuansing,” ujar Edy Satria.

Perjuangan lima cabang olahrga (cabor) asal Kepulauan Meranti yang diterjunkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau ke-10 Tahun 2022 di Kuantan Singingi berakhir dengan 4 medali. Empat medali yang terdiri dari 1 perunggu, 1 perak dan 2 emas tersebut disumbangkan oleh atlet tinju. Demikian disampaikan oleh Ketua KONI Kepulauan Meranti Hendrizal, kepada Riau Pos melalui panggilan telpon genggam, Sabtu (19/11).

Cerita dia, 1 medali perunggu dikantongi Rendi Fernanda yang menyelesaikan pertarungannya melawan atlet Kampar, Mustofa Kamal Siregar, dalam kelas 54 kg di semifinal. Selain itu, Endrian Saputra yang turun kelas 80 Kg berhasil menyumbangkan perak setelah kalah dari petinju dari Dumai yakni Jonsa Darman Damanik di final. Sementara itu dua medali emas berhasil disumbangkan Bayu Le Saputra kelas 67 kg setelah mengalahkan petinju Kampar, Revi Simatupang dan Amien Hardinda kelas 75 kg yang juga mengalahkan petinju Kampar, Jhonsualer dalam laga final.

Atas perolehan tersebut, cabor tinju asal Kepulauan Meranti menduduki di posisi ketiga setelah Kuansing dan Kampar.

Ketua KONI Kepulauan Meranti Hendrizal, mengatakan pihaknya merasa bangga dengan perolehan tersebut. Menurutnya meskipun ada yang berangkat secara mandiri, namun semangat untuk mempersembahkan yang terbaik bagi Kabupaten Kepulauan Meranti cukup terasa.

“Alhamdulillah, akhirnya ada medali yang berhasil kita sumbangkan untuk Kabupaten Kepulauan Meranti, meskipun kita ketahui bersama kita sedang dalam kondisi serba terbatas,” ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya dari 27 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, Kepulauan Meranti hanya mengirimkan 5 cabor dengan 49 atlet dan official yang berangkat secara mandiri, di antaranya panahan, tinju, panjat tebing, sepak takraw dan atletik. Namun untuk 4 cabor lainnya gagal.

Pria yang akrab disapa Bocang ini menyebutkan, keikutsertaan Kepulauan Meranti dalam Porprov tahun ini, meskipun tidak dianggarkan didasari kuatnya keinginan beberapa cabang olahraga dan desakan para atlet sehingga mereka memilih untuk berangkat. Dia menambahkan bahwa dirinya memahami kondisi seluruh atlet yang diterjunkan. Sehingga mustahil perwakilan kontingen Meranti bisa meraih hasil yang maksimal dalam helat tersebut.

“Kita berangkat tanpa TC (training center) yang maksimum. Ditambah lagi atlet Meranti yang berangkat sekarang adalah atlet lapis kedua. Sebab atlet inti kita yang berpotensi meraih medali, telah banyak memperkuat kabupaten lain, karena dari awal kita sampaikan tidak ikut Porprov Riau kali ini,” jelasnya.

Lebih jauh, Bocang menceritakan bahwa banyak atlet Meranti yang dalam Porprov membela daerah lain. Bahkan para atlit Meranti tersebut berhasil meraih medali.

“Sebenarnya, banyak atlet kita yang berhasil meraih medali pada cabor yang kita tidak ikut. Namun mereka main untuk daerah lain. Kita semua harus legowo dengan keadaan ini,” ungkapnya lagi.

Bahkan, atlet Meranti yang banyak membela daerah lain tidak hanya berhasil meraih medali perak dan perunggu saja. Secara umum, banyak meraih medali emas.

“Atletnya siapa dan membela daerah mana, termasuk ikut cabor apa, tidak perlulah kita sebutkan. Yang jelas, dengan kondisi daerah saat ini, banyak atlet kita yang pindah membela daerah lain, dan semuanya berprestasi,” pungkasnya.

Sementara itu, sebelumnya Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kepulauan Meranti tidak terlalu muluk-muluk untuk mematok target. Kondisi itu juga diukur dari kesiapan atlet. Hal itu disampaikan pelatih tinju Pertina Kepulauan Meranti Edi Supiyanto

“Tidak ada atau no target. Karena persiapan kurang matang seperti laga-laga sebelumnya,” ujarnya.

Panjat Tebing Tuntas, Bengkalis Juara Umum

Cabang olahraga (cabor) panjat tebing pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Riau di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) resmi ditutup, Sabtu (19/11). Pertandingan yang dibuka tanggal 13 November lalu, ditutup oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhu, Ir H Hendrizal MSi.

Dari hasil pelaksanaan pertandingan, kontingen Kabupaten Bengkalis berhasil meraih juara umum dengan rincian medali, 6 medali emas, 7 medali perak dan 2 perunggu. Urutan kedua dipegang oleh kontingen Kabupaten Inhu dengan rincian, 5 emas, 3 medali perak dan 8 medali perunggu.

Sedangkan di urutan ketiga dipegang oleh kontingen Kabupaten Kampar dengan rincian, 4 medali emas, 2 medali perunggu dan 2 medali perak. Di urutan keempat kontingen Kabupaten Inhil dengan rincian, 2 medali emas, 3 medali perunggu dan 4 medali perak.

Kontingen Kota Pekanbaru hanya berada di urutan kelima dengan rincian medali, hanya 2 medali perunggu dan 2 perak. Sedangkan kontingen Kabupaten Kuansing berada di urutan keenam dan kontingen Kabupaten Siak berada di urutan ketujuh, sama-sama memperoleh 2 medali perak. Untuk kontingen Kabupaten Rohil, Kabupaten Meranti dan Kabupaten Rohul, sama-sama tidak memperoleh medali pada cabor panjat tebing pada Porprov X Riau kali ini.

“Alhamdulillah, pelaksanaan pertandingan cabor panjat tebing di Kabupaten Inhu berlangsung lancar dan sukses,” ujar Sekda Inhu, Ir H Hendrizal MSi.

Hendrizal juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh kontingen yang ikut dalam cabor panjat Tebing. “Selamat kepada para atlet yang sudah berhasil meraih medali dan kepada atlet yang belum berhasil meraih medali, masih ada peluang di kesempatan yang lain,” ungkapnya.

Terakhir Sekda Inhu mengucapkan selamat jalan kepada kontingen yang akan pulang menuju daerahnya masing-masing. “Kami selaku tuan rumah mengucapkan mohon maaf jika pelayanan selama bertanding kurang memuaskan,” ucapnya.(Edi )

 

Tulis Komentar