Saksi TIPIKOR ini sibuk menyalahkan kebijakan PLT Bupati Kuansing

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:23:27 WIB
Saksi TIPIKOR ini sibuk menyalahkan kebijakan PLT Bupati Kuansingi Foto: Diduga Terlibat TIPIKOR, Mantan anggota DPRD kabupaten kuantan Musliadi atau cak Mus.

KUANSING-- Sebaiknya Cakmus berhenti mencari kesalahan orang lain, mengingat selama menjadi anggota DPRD Kuansing dirinya tidak pernah berbuat untuk kemajuan daerah terutama untuk kemajuan organisasi KONI Kuansing. 

Demikian diungkapkan salah seorang pengurus Cabor, inisial R kepada wartawan jumat (20/05) sore. 

Menurut R pihaknya menilai cakmus hanya besar bual dan tidak berkualitas sehingga tidak perlu terlalu ditanggapi. 

"Sekarang kita fokus porprov tidak perlu menanggapi orang usil dan lebih baik cakmus berkonsentrasi menyelesaikan masalah dugaan Tipikor nya di kejaksaan" katanya. 

Sebagaimana diketahui oknum mantan anggota DPRD Kuansing, Musliadi gemar menyalahkan peemkab Kuansing dibawah kepemimpinan Plt Bupati Kuansing Suhardiman Amby. Pria yang sudah lama menghilang ini muncul dengan komentar pedas dan tidak ingin KONI Kabupaten Kuansing sukses menggelar Porprov. 

Menurut caleg gagal ini bahwa dana silfa tidak bisa digunakan untuk persiapan Porprov dan menuduh PLT Bupati hanya sekedar pencitraan.

Dan sebaiknya kalau memang ada dana silpa gunakan untuk kepentingan memperbaiki fasilitas pendidikan, infrastruktur jalan dan jembatan serta kesehatan.

"Soal penambahan anggaran untuk kegiatan Porprov mendatang tidak usah terlalu berlebihan lah saudara Plt Bupati, maksimalkan saja anggaran Rp35 miliar untuk kegiatan Porprov itu, dan jangan bermimpilah untuk bisa ditambah. Karena dana hibah itu butuh proses dan persetujuan DPRD Kuansing, dan tidak bisa simsalabim seperti yang Plt Bupati sampaikan itu,. Apalagi mau memakai dana silfa 2021," kata Musliadi Priaa yang diduga terlibat TIPIKOR 6 kegiatan Pemda Kuansing dimasa Mursini. 

Musliadi mengejek pidato Plt Bupati dan mengaku merasa heran dimana mana berpidato memyampaikan Kuansing kekurangan uang karena habis untuk belanja pegawai Rp900 miliar dari total Rp1.2 triliun APBD Kuansing.

"Bagaimana mau membangun jalan dan sekolah, itu yang saya dengar pidatonya. Tapi aneh, di saat pidato di raker KONi begitu bersemangatnya beliau menyampaikan tak usah ragu soal anggaran jika perlu kita pakai dana silpa,'  ucapnya. 

Menurut Cak Mus, Plt Bupati itu pidato di depan masyarakt yang butuh gedung sekolah yg sudah mulai runtuh, dan jalan di ekstran yang berdebu di musim panas dan berlumpur di musim hujan bukan untuk kegiatan Porprov yang tidak ada nilai tambahnya bagi Kuansing.

"Saya sebagai warga Kuansing tidak setuju dana Porprov itu di tambah dengan APBD Kuansing, karena masih banyak jalan yang rusak dan sekolah yang harus di revitalisasi," kata Caleg gagal ini. 

Selain itu, Cak Mus juga mengingatkan Ketua KONI Kuansing bahwa kegiatan Porprov ini adalah dana hibah, gunakanlah uang itu sesuai peruntukannya, jangan nanti setelah helat Porprov justru timbul masalah," ujar pria yang pernah kenyang menerima aliran dana Tipikor ini. 

Cakmus Diduga Terlibat TIPIKOR. 

Sebagaimana penelusuran informasi yang dihimpun GentaOnline bahwa mantan anggota DPRD Kuansing tahun 2017, Musliadi menerima aliran dana Rp500 juta. Uang itu diberikan Kabag Umum, M Saleh atas perintah Mursini. Mursini juga memerintahkan Saleh memberikan uang ke mantan anggota DPRD Kuansing yakni, Rosi Atali. Uang tersebut diterima Rosi Atali dari Verdi Ananta di Jalan Perumnas Teluk Kuantan.

Berdsarkan pemeriksaan BPK RI Nomor : 28.C/LHP/XVIII.PEK/06/2018 tanggal 28 Juni 2018. Terdapat temuan atas enam kegiatan tersebut sebesar Rp7.083.929.681. Bahkan, Inspektorat Kuansing diperintahkan melakukan pemeriksaan khusus atas belanja barang dan jasa pada enam kegiatan di Setdakab tidak diyakini kewajarannya sebesar Rp7.083.929.681, dan menuntaskannya dengan proses tuntutan ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku.

(Keneddy/riauincom) 

Tulis Komentar