Memprihatinkan, Sekolah di Kabupaten Kampar ini Berdinding Papan Dengan Fasilitas Tidak Layak Pakai

Sabtu, 25 November 2017 | 16:55:31 WIB
Memprihatinkan, Sekolah di Kabupaten Kampar ini Berdinding Papan Dengan Fasilitas Tidak Layak Pakaii Foto:

GENTAONLINE.COM-Inilah kondisi sekolah SD Marjinal di Desa Batu Sasak, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kab Kampar, Riau. Dinding sekolah hanya dibangun dari papan dan berlantai tanah.

Sekolah yang disebut SD Marjinal ini merupakan sekolah jarak jauh dari induknya SD Negeri 010. Sekolah jarak jauh ini dibuat untuk memudahkan para siswa dari Dusun Sialang Harapan, Desa Batu Sasak.

Jarak dari sekolah marjinal ke dusun para siswa ini sekitar 3 km. Untuk menuju sekolah Selain para pelajar pergi ke sekolah harus menyeberang sungai karena jembatan rusak, sekolahnya pun terlihat ala kadarnya saja. induknya SD 010, sekitar 3 km. Artinya, dari dusun para siswa ke sekolah induknya sekitar 6 km. Karena jarak yang jauh dan ditempuh berjalan kaki dengan kondisi jalan tanah, sehingga dibuatkan sekolah jarak jauh.

Tapi kondisi sekolah jarak jauh ini pun, sangat memprihatinkan. Selain para pelajar pergi ke sekolah harus menyeberang sungai karena jembatan rusak, sekolahnya pun terlihat ala kadarnya saja.

Sekolah itu terbuat dari dinding papan beratap seng. Dinding papannya ada jarak sehingga terlibat berlobang-lobang. Lantai sekolahnya sangat memprihatinkan. Tidak ada keramik atau di semen di sekolah itu, melainkan harus beralasakan tanah liat. Bangku yang dijadikan tempat belajar pun terlihat sudah lapuk termakan usia.

Banyak fasilitas yang tidak layak pakai. Seperti meja-meja untuk belajar yang bolong-bolong dan papan tulisnya yang kusam juga bolong-bolong.

Begitupun, para guru dan siswanya ini tetap semangat melaksanakan belajar mengajar di sana. "Warga sudah menyampaikan kondisi sekolah marjinal ini ke Pemkab Kampar. Tapi sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak pemerintah daerah," kata tokoh Pemuda asal Kampar Kiri, Rico Putra seperti yang dikutip dari situs detik.com Sabtu, 25 November 2017.

Dengan kondisi sekolah yang acak-acakan, maka penderitaan para siswa SD ini berlipat-lipat. Ini belum lagi kondisi jalan tanah yang saat musim hujan becek.

Termasuk juga, saban hari pergi dan pulang sekolah harus melintasi sungai. Para siswa ini harus menenteng sepatunya agar tak basah.
"Kami mohon kiranya Pemda Kampar, Pemprov Riau, Kementrian PUPR bisa melihat kondisi di kampung kami ini. Sudah dua tahun jembatan rusak tak ada perbaikan," harap Rico. (Genta/detik)

Tulis Komentar