Setelah Lin Che Wei Jadi Tersangka, DPR Minta Kejagung Bongkar Koruptor Ekspor CPO

Sabtu, 21 Mei 2022 | 10:40:48 WIB
Setelah Lin Che Wei Jadi Tersangka, DPR Minta Kejagung Bongkar Koruptor Ekspor CPOi Foto:

GENTAONLINE.COM - Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menyambut baik saat Kejaksaan Agung menetapkan Lin Che Wei menjadi tersangka baru kasus ekspor crude palm oil (CPO).

Ia meminta Kejagung terus menelusuri kasus tersebut. Karena tidak mungkin manajernya mengambil keputusan. Dengan penangkapan Lin Che Wei diharapkannya menjadi pintu masuk karena yang bersangkutan adalah konsultan.

“Nah, siapa yang mengutus LCW sampai ke Kemendag? Siapa yang memodali dia? Ini harus ditelusuri dan harapan kita bukan hanya manager, senior manager tetapi kalau memang ada bukti tidak ada salahnya," kata Andre dalam diskusi bertema Bagaimana Sikap DPR Menghadapi Mafia Migor di Media Centre DPR RI, Jakarta, Jumat (20/5/2022).

"Saya rasa seluruh rakyat Indonesia mendukung Jaksa Agung untuk dugaan tersangka terhadap korporasi terhadap oligarki dan bukan hanya korporasinya saja,” tambahnya.

Andre mengatakan, kalau perlu top menagemennya bahkan pemiliknya yang mungkin ada di luar negeri bisa ditelusuri. Sebab, hal itu untuk kepentingan rakyat.

“Karena  ini demi kepentingan rakyat bukan hanya ekonomi Indonesia yang terpukul, bukan hanya ekonomi Indonesia yang dirugikan tetapi seluruh rakyat Indonesia yang dirugikan, itu harapan kita di DPR terhadap langkah Bapak Jaksa Agung,” tutur Andre.

Pada 2014 silam, Lin Che Wei pernah menjabat sebagai Tim Asistensi (Policy Advisor) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Kemudian, pada 2019 yang lalu, Lin Che Wei kembali diangkat sebagai Tim Asistensi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Sebagai Policy Advisor Kemenko Perekonomian, Lin Che Wei ikut terlibat dalam formulasi kebijakan, seperti Pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dan pembentukan Industri Biodiesel berbasis Kelapa Sawit, Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (2017), Studi dan Formulasi Kebijakan Pemerataan Ekonomi (2017-2019), dan Verifikasi Luas Lahan Kelapa Sawit di Provinsi Riau (bekerja sama dengan Dirjen Perkebunan dan PTPN V.

Selain itu, Lin Che Wei juga merupakan salah satu ekonom terkemuka di Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai analis keuangan di beberapa perusahaan asing antara lain WI Carr, Deutsche Bank Group dan Société Générale.

Dalam melakoni karirnya itu, ia sempat bermasalah dengan Grup Lippo. Adapun masalah yang merugikannya saat itu karena analisisnya membongkar skandal Bank Lippo sehingga ia digugat sebesar Rp103 miliar oleh pengurus Lippo Group.

Selanjutnya, pada 2008, Lin Che Wei mendirikan perusahaan riset yang berfokus pada Analisis Kebijakan dan Analisis Industri di bawah bendera PT Independent Research Advisory Indonesia. Lin Che Wei mulai terlibat di dunia pemerintahan setelah menjadi panelis di debat Calon Presiden pada 2003.
Ia kemudian menjadi sekretaris tim perundingan antara Pemerintah Indonesia dengan Exxon di dalam mencari penyelesaian ladang minyak di Cepu yang berhasil diselesaikan pada 2006. (rmc)

Tulis Komentar