Kahmi Riau Gelar Temu Ramah dan Dialog Bersama Akbar Tanjung

Jumat, 10 November 2017 | 15:52:18 WIB
Kahmi Riau Gelar Temu Ramah dan Dialog Bersama Akbar Tanjungi Foto:

GENTAONLINE.COM-Bersempena dengan Hari Pahlawan, PMW Kahmi Provinsi Riau gelar temu ramah dan dialog bersama Tokoh Nasional Akbar Tanjung Jum'at, 10 November 2017 di Gedung Pusat Kegiatan (Pusgit) Hmi Jl. Melayu, Pekanbaru.

Acara yang juga bertajuk syukuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Pendiri Hmi ini tidak hanya dihadiri kalangan mahasiswa, sederet alumni dari berbagai profesi dan daerahpun turut hadir dalam acara tersebut. 

Koordinator Presidium Kahmi Provinsi Riau Yulisman, S.Si menyampaikan, disamping memperingati Hari Pahlawan, acara ini digelar sebagai bentuk rasa syukur keluarga besar Hmi Riau atas anugerah Pahlawan Nasional.
"Ayahanda, kakanda kita Prof.Drs. Lafran Pane merupakan Penggagas berdirinya organisasi Hmi. Pada peringatan hari pahlawan ini kita semua bersyukur, atas jasa, kontribusi dan dedikasinya memang layak Lafran Pane mendapat gelar Pahlawan Nasional" ujar Yulisman.

Dalam sambutannya, Akbar Tanjung banyak berkisah tentang sosok Lafran Pane yang kini mendapat gelar Pahlawan Nasional bersama tiga tokoh lainnya.
"Lafran Pane merupakan seorang mahasiswa semester 1 di Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Islam (STI). Ketika itu, bersama 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam lainnya menggagas dibentuknya organisasi mahasiswa yang selanjutnya diberi nama Himpunan Mahasiswa Islam" tutur Akbar mengisahkan.

Masih kata Akbar, Hmi didirikan bukan tanpa alasan. Ketika itu, yang menjadi alasan berdirinya Hmi adalah untuk mempertahankan NKRI dan pengembangan ajaran agama Islam.
"Hanya ada satu waktu itu, sebelum Hmi lahir ada yang namanya Perserikatan Mahasiswa Jogja (PMJ) yang menghimpun seluruh mahasiswa Jogja. Seiring kiprahnya, PMJ disebut sebut berafiliasi dengan partai politik" ungkap Mantan Ketua Umum PB Hmi ini.

Dimata Akbar Tanjung, Lafran Pane merupakan sosok yang hebat. Pemikir pembaharuan Islam, penentang pergantian ideologi ketika itu dari pancasila ke komunis dan pendiri organisasi mahasiswa Hmi. (Erik)

Tulis Komentar