Ditaja Kahmi Riau

Jenderal Gatot Berhasil Menghipnotis Ribuan Pasang Mata Pada Kuliah Umum Di UIN Suska Riau

Rabu, 05 April 2017 | 22:26:50 WIB
Jenderal Gatot Berhasil Menghipnotis Ribuan Pasang Mata Pada Kuliah Umum Di UIN Suska Riaui Foto: Korps Alumni HMI Riau (Kahmi Riau) memilih kampus UIN Suska Riau sebagai tempat melaksanakan kegiatan kuliah umum dengan pembicara Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, rabu (05/4/2017).

GENTAONLINE.COM - Korps Alumni HMI Riau (Kahmi Riau) memilih kampus UIN Suska Riau sebagai tempat melaksanakan kegiatan kuliah umum dengan pembicara Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, rabu (05/4/2017).

Jenderal Gatot berhasil menghipnotis ribuan pasang mata pelajar dan mahasiswa melalui kuliah umum tentang persatuan, kesatuan yang tumbuh di antara keanekaragaman bangsa dan negara Indonesia.

Panglima membeberkan beberapa fakta terkait konflik yang terjadi di belahan bumi dengan harapan, kemajemukan bangsa Indonesia mampu menjadi tameng atas perkembangan dunia yang semakin pesat ini.‎

 

Foto Riau Terbit Intermedia.

Foto : Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, Prof Dr H Munzir Hitami MA Bersama Pengurus Korps Alumni HMI Riau

Prihatin akan konflik negara tetangga yang silih berganti memperebutkan dan menguasai sumber energi yang tidak dapat diperbarui, hal ini yang menjadikan materi dasar pertama yang disajikan oleh Panglima Gatot pada kesempatan pertama itu.

"Teori Malthus 1798 mengeluarkan teori prinsip kependudukan, yang mana dirinya meramalkan jumlah populasi akan mengalahkan pasokan jumlah makanan," katanya saat mengisi kuliah umum di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UIN Suska Riau, Rabu, 5 April 2017.

Hingga akhirnya, kemiskinan, kelaparan dan kesehatan yang buruk tidak terelakkan lagi. Hal itu sejalan dengan konsumsi manusia terhadap energi fosil yang tidak bisa dibendung. Diperkirakan, dengan meningkatnya jumlah populasi umat manusia di dunia, tahun 2043 energi tersebut akan lenyap selamanya.

Menurutnya, sebelum zaman itu terjadi, seluruh pemimpin yang ada di dunia telah putar otak untuk meminimalisirnya. Maka terjadilah konflik jazirah Arab, eskalasi ketegangan di Laut Cina Selatan, berdirinya pangkalan Marinir Amerika Serikat (AS) di Darwin, Australia dan beberapa pertikaian lainnya.

"Hingga akhirnya, perang konvensional yang terjadi antara kedua negara akan jarang menguak ke permukaan. Sebagai gantinya untuk kepentingan yang tadi itu, beberapa kelompok dengan sengaja membuat perang dengan jenis baru seperti perang asimetris, hibrida hingga proxy," tegasnya.

Kisah nyata dari kekejaman perang itu dicontohkannya dengan telah lepasnya Timor Leste dari genggaman Ibu Pertiwi, ditengarai oleh Australia yang tergiur akan minyak dan gas di Laut Timor sejak tahun 1960-an.

Klik Juga: Prajurit Pakai Narkoba, Panglima TNI: Saya Habisi!

"Belum lagi dengan maraknya peredaran narkoba, demonstrasi massa dan bentrokan antar kelompok menjadi tanda-tanda yang tidak bisa dielakkan lagi dari perang ini," katanya kembali.

Untuk itu, Gatot mengajak generasi muda bangsa untuk kembali kepada ideologi dasar Indonesia yakni Pancasila. Dengan Mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif, maka negara ini akan terus berjaya dengan bantuan sumber daya alam yang begitu besar dimiliki.

"Kalian adalah generasi impian bangsa, tempat menempatkan bangsa, bermimpi yang besar. Rubah cita-cita kalau ingin maju, yakin dan optimis bahwa mimpi itu mampu menjadi kenyataan,fokus, jalin silahturahmi sebanyak-banyaknya, belajar, evaluasi dan yang terakhir jangan mudah berputus asa," tutupnya. (*/riauonline)

Tulis Komentar