Dugaan kejanggalan dalam  penglolaan limbah PT Giga perkasa

Selasa, 05 Januari 2021 | 14:40:54 WIB
Dugaan kejanggalan dalam  penglolaan limbah PT Giga perkasai Foto:

Pekanbaru- Rokan hulu Media GentaOnlinecom  pernah mencoba konfirmasi langsung secara tertulis kepada bapak  sanusi humas PT Giga Perkasa yang dikabun kec, kabun kabupaten rokan hulu  tentang kemungkinan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat aktifitas pabrik yang saat ini berlangsung,

 Terkait hal  tersebut media genta online beberapa waktu yang lalu perlalu pernah mendatangi perusahaan dengan melibatkan tim LSM LPK RI saudara Regar yang berada dilingkungan dimana perusahaan beroperasi namun tidak mendapatkan akses kedalam untuk melihat kegiatan dan produk hasil buangan limbah  padat dan cair dan gas,

LSM   LPKRI saudara Regar mengatakan adanya kejanggalan dalam penglolaan limbah kegiatan produksi di pt giga perkasa selama ini terutama terkait IPAL( Instalasi penglolaan air limbah),tingkat kebisingan dan kandungan kualitas udara Ambien,

Dari saudara Regar Genta  online mendapatkan  informasi terkait ada beberapa limbah padat yang dibakar sedang lumbah cair hingga saat ini belum kami dapatkan informasi nya,

"Jika memang  PT, GIGA Perkasa menghasil limbah cair maka  bagaimana  sistem penglolaan limbah yang berjalan  selama ini, " tanya  Regar,  Menurut informasi dari masyarakat legalitas PT GiGa Perkasa tentunya pihak pt giga perkasa sudah penuhi sebelum kegiatan  perusahaan berjalan, namun yang perlu menjadi  perhatian selama kegiatan produksi berjalan adalah pihak perusahan mempumyai kewajiban yang harus dipenuhi seperti pp no 82  tahun  2001 tentang pengelolaan kualitas  air  dan pengendalian pencemaran air,   PP. no101  tahun 2014  tentang pengelolaan limbah berbahaya dan beracun  dan PP   no  41 tahun  1999  tentang pengendalian pencemaran  udara,

Pada PP no  101 tahun 2014  tentang  pengelolaan  limbah  bahan  berbahaya dan beracun  pasal 1 ketentuan umum no 26 izin lingkungan adalah izin yang diberikan kepada setiap orang  yang melakukan usaha dan  /atau  amdal
atau ,UKL/ UPL dalam rangka perlindungan dan  pengelolaan lingkungan hidup sebagai  prasyarat untuk  memperoleh izin  usaha  dan/atau  kegiatan, 
PP.  no 82 tahun  2001 pada BAB VI persyaratan pemanfaatan  dan pembuangan air limbah bagian kedua pasal 38  (1) setiap penanggung jawab usaha dan atau kegiatan yang  membuang air limbah ke air atau sumber air  wajib mentaati persyaratan  yang ditetap dalam  izin (2) dalam persyaratan izin  pembuangan air limbah   sebagaimana dimaksud dalam ayat(1) wajib dicantumkan  : a kewajiban untuk mengelola limbah b,persyaratan  mutu dan  kuantitas air limbah yang boleh dibuang ke media lingkungan:  c, persyaratan  cara pembuangan air limbah,: d, persyaratan  untuk  mengadakan sarana dan prosedur penanggulangan keadaan  darurat :e persyaratan untuk melakukan  pemantauan mutu dan debit air limbah,

Pasal 38 (2)  mengisyaratkan pihak  perusahaan seharunya memiliki IPAL demi terselengaraanya kegiatan produksi prusahaan yang memilik izin produksi yang ramah lingkungan, pengelolaan  lingkumgan hidup yang tidak optimal dapat menyebabkan meningkatnya akumulasi bahan pencemar sehingga suatu kegiatan hanya maju secara ekonomi namun sangat lemah secara  ekologi dan sosial,

Sedangkan pada parameter mutu udara PP no 41 tahun 1999 adalah BAB ll perlindungan mutu udara Bagian kesatu pasal 3  perlingdungan mutu udara  ambien
didasarkan  pada baku mutu udara ambien, status mutu udara  ambien baku  mutu emisi ambang batas emisi gas buang  baku tingkat gangguan ambang batas kebisingan dan indeks standar pencemaran uadara Hingga berita ini dimuat  pihak perusahan pihak DLHK bungkam /tutup mata DLHK  rohul dikonfirmasi belum  bersedia  memberikan keterangan  pers. 

(edy  lelek)

Tulis Komentar