Rektor UIN Suska Riau Dicopot, Abu Nazar : Keputusan Kemenag Sudah Tepat

Selasa, 24 November 2020 | 20:03:27 WIB
Rektor UIN Suska Riau Dicopot, Abu Nazar : Keputusan Kemenag Sudah Tepati Foto: Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Akhmad Mujahidin didesak untuk turun dari jabatannya,seruan itu dikatakan massa aksi dari Forum Keluarga Mahasiswa Alumni dan Dosen Karyawan UIN Suska Riau saat berorasi didepan Kampus

PEKANBARU – Tokoh gerakan sekaligus alumni, Abu Nazar yang selama ini menyuarakan aspirasi agar Rektor UIN Suska Riau, Ahmad Mujahidin dicopot dari jabatan nya, mengapresiasi langkah Kementrian Agama RI (Kemenag RI). 

"Langkah Kemenag sudah tepat, semoga UIN Suska Riau mendapatkan Rektor baru yang lebih baik" tutur Abu Nazar, selasa (24/11) siang. 

Menurut Abu Nazar sudah saatnya UIN Suska berbenah kembali, mengingat selama Kampus dipimpin Ahmad Mujahidin suasana mencekam, para pegawai dan dosen dibuat tidak nyaman bekerja. 

"Rektor main ancam tidak ada satupun yang berani mengkritiknya, mahasiswa dibungkam sehingga mematikan  kreativitas mahasiswa", tutur Abu yang juga Wakil Ketua IKA UIN Suska Riau ini. 

Lebih lanjut Abu menaruh harapan kepada pemimpin baru UIN Suska dimasa akan datang agar lebih peduli dan lebih peka terhadap pembangunan di Kampus. 

" Saya menangis ketika melihat Masjid Raya Al Jamiah UIN Suska bangunan fisiknya hancur tak bisa digunakan untuk aktivitas syiar islam , tidak ada lagi dikumandangkan azan dan sholat berjamaah disana, saya berharap siapun rektor baru UIN agar memprioritaskan pembangunan masjid ini hingga tuntas" katanya. 

 Abu Nazar mengaku dirinya tetap akan bergerak dan kritis terhadap persoalan Kampus. 

"Karena kami alumni sangat mencintai UIN Suska, maka jika Rektor dimasa akan datang juga tidak becus memimpin kampus, maka siap siap saya dan adik adik mahasiswa akan demo lagi" tegas Abu. 

Dicopot saat menjalani isolasi covid 19

Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Profesor Akhmad Mujahidin Resmi diberhentikan Dari Kementrian Agama RI, disaat dirinya masih menjalani isolasi akibat terpapar Covid 19.

Pemberhentian resmi rektor tersebut dijelaskan dalam Surat Keputusan Kementrian Agama RI nomor 191/B.II/2/PDJ/2020 tanggal 23 November 2020.

Dalam surat tersebut dikatakan menjatuhkan hukum disiplin berupa pembebasan jabatan dari tugas tambahan sebagai rekto UIN Suska Riau kepada Prof DR Akhmad Mujahidin S.Ag M.Ag.

Pertimbangan pemberhentian Akhmad Mujahidin tersebut antara lain karena ia dinilai lemah dalam mengontrol pengelolaan anggaran Keuangan Kampus UIN Suska Riau.

Dan terbukti telah menyalahgunakan wewenang memutasikan pejabat administrasi di lingkungan UIN Suska Riau,” tulis surat keputusan tersebut.

Namun dalam surat itu, belum disebutkan siapa pengganti Akhmad Mujahidin sebagai Rektor.

Sebagaimana diketahui Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau dikabarkan positif Covid-19. Hal tersebut membuat kampus itu kembali ditutup selama 14 hari.

Penutupan sementara tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) nomor: B-3170/Un.04/HM.00/11/2020. Penutupan dilakukan menyusul Rektor UIN Suska, Akhmad Mujahidin terkonfirmasi positif virus Corona.

Rektor UIN Suska Riau, Akhmad Mujahidin mengkonfirmasi terkait surat edaran tersebut. Ia mengaku terkonfirmasi positif Covid-19.

Akhmad saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit (RS) Eka Hospital Pekanbaru.

“Surat edaran itu benar. Saya sendiri positif Covid-19. Mohon doanya ya,” kata Akhmad Mujahidin saat dihubungi wartawan, Rabu (18/11/2020). 

Wakil Rektor III, Promadi juga mengakui kebenaran terkait surat edaran tersebut. Saat ditanya terkait positifnya Rektor UIN Suska, Promadi berujar, dirinya belum mengetahui pasti kebenarannya.

“Saya juga belum pasti, cuma kemaren Pak Rektor memang berobat ke Rumah Sakit Syafira,” ujar Promadi.

Surat edaran itu memuat empat poin dalam surat edaran yakni, pertama, penutupan sementara kampus UIN Suska Riau (Kampus Panam dan Sukajadi) selama 14 hari kedepan mulai tanggal 18 November hingga 1 Desember 2020.

Kedua, selama masa penutupan, semua kegiatan pegawai dan dosen dilakukan dengan Work From Home (WFH), kecuali petugas kebersihan dan keamanan.

Ketiga, selama WFH, kegiatan dosen dan pegawai agar tetap melakukan koordinasi dengan seluruh staff setiap unitnya.

Keempat, pimpinan, dosen, dan tenaga pendidik, selama WFH tetap berada di rumah masing-masing dan dihubungi setiap saat. 

(Ujeng)

Tulis Komentar