Bahas Problematika Demokrasi Indonesia, Millenial Demokrasi Institute akan Gelar FGD

Senin, 03 Agustus 2020 | 14:18:18 WIB
Bahas Problematika Demokrasi Indonesia, Millenial Demokrasi Institute akan Gelar FGDi Foto: Direktur Eksekutif Millenial Demokrasi Institute Romaito Azhar (kiri).

GENTAONLINE.COM- Demokrasi Indonesia masih berada pada transisi yang masih belum bergerak dan terkesan mandek, bahkan dalam beberapa tempat proses demokrasi di Republik ini terlihat jauh dari apa yang disebut dengan consolidated democracy atau demokrasi yang terkonsolidasi. Problematika demokrasi Indonesia adalah pemuda dan masyarakat sipil-nya masih absen dalam mengambil tindakan yang krusial dan strategis dalam menangani problem yang muncul, seperti berita hoax, pelanggaran hak asasi manusia, serta keadaban politik warga dalam menghadapi kontestasi politik yang jauh dari beradab.

Polarisasi politik yang tajam beberapa waktu lalu hampir saja membelah Indonesia menjadi dua kubu, maka perlu kiranya kedewasaan masyarakat dan pemudanya dalam melihat perkembangan polarisasi politik demi terjaganya perdamaian dan keamanan negara. Sebab masa depan masyarakat Indonesia dan sistem bernegaranya hanya berada di tangan para pemuda dan masyarakatnya.

Lebih jauh lagi, melihat perkembangan politik demokrasi dunia, Indonesia dengan sistem negara demokrasi harus mempertegas posisinya sebagai negara yang memiliki identitas yang kuat dan harus memberikan solusi dari problematika yang bukan hanya untuk dunia nasional saja, sebab pada dasarnya azas negara Pancasila adalah nilai universal yang harus selalu dipertahankan dan sangat cocok menjawab tantangan zaman bukan hanya untuk Indonesia namun juga dunia.

Tingginya eskalasi pertikaian dunia baik dari ekonomi dan politik itu sudah seharusnya dijadikan pembelajaran bagi negara Indonesia untuk mempertegas posisinya sebagai negara demokrasi yang saat ini menjadi Dewan Keamanan PBB.

Posisi strategis Indonesia di PBB sangat penting untuk menjaga iklim demokrasi nasional dan internasional tetap baik. Namun dengan demikian bagaimanakah perkembangan politik demokrasi Indonesia? pertanyaan ini semakin urgent untuk dijawab agar efek domino pertikaian ekonomi dan politik ekonomi dunia tidak merembes ke Indonesia.

Oleh karena itu Milenial Demokrasi Institute sebagai platform pergerakan pemuda yang berada di Provinsi Riau, berinisiatif untuk berdiri dan mengadakan diskusi Focus Group Discussion, guna membahas problematika politik demokrasi dan kondusifitasnya untuk menjaga perdamaian di daerah, nasional dan dunia. 

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Millenial Demokrasi Institute Romaito Azhar dalam keterangan tertulis, Senin (3/8).

Milenial Demokrasi Institute sebagai platform gerakan baru pemuda yang bercita-cita untuk mengambil peran dalam menjaga kondusifitas ber-demokrasi dalam skala daerah, nasional  dan internasional dengan mengadakan Focus Group Discussion yang sustainable dan berkelanjutan.

"Bagi Milenieal Demokrasi Institute, Indonesia dengan Azas Pancasila-nya harus mempertegas diri serta memberikan solusi yang diterapkan dalam skala global jika tidak ingin diwarnai oleh pertikaian politik ideologi luar negeri Amerika dan China yang pada prosesnya memiliki dampak bagi perkembangan ekonomi dan politik dalam negeri" Tulis Azhar, sapaan akrabnya.

Focus Group Discussion yang akan ditaja oleh Milenial Demokrasi Institute itu, sambung Azhar, bertujuan untuk membentuk gerakan bersama mendukung demokrasi sebagai solusi final dari problematika Indonesia dan dunia. Sebuah gerakan yang sejatinya dipelopori oleh pemuda Riau untuk Indonesia dan dunia yang menginginkan agar terbentuknya sebuah epicentrum pergerakan pemuda demokrasi yang berasal dari negeri Melayu.

"Sudah saatnya anak jati Riau mengambil peran perjuangan dalam gerakan mempertahankan identitas Pancasila melalui demokrasi sebagai azas negara, jika tidak hari ini kapan lagi dan jika bukan kita siapa lagi" ujarnya menutup. (Genta/rls)

Tulis Komentar