Saingan Anak dan Menantunya di Pilkada Ditawari Posisi, Pakar Sebut Jokowi Sedang Mempermainkan Jaba

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:45:46 WIB
Saingan Anak dan Menantunya di Pilkada Ditawari Posisi, Pakar Sebut Jokowi Sedang Mempermainkan Jabai Foto:

GENTAONLINE.COM - Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, menilai, ada kesan Presiden Joko Widodo sedang membentuk kerajaan politik baru atau politik dinasti pada periode kedua pemerintahannya saat ini. Cara yang digunakan, adalah dengan memberikan iming-iming berupa posisi, kepada calon yang dinilai bakal menjadi penghadang kuat bagi anak dan menantunya, yang turun dalam ajang Pilkada serentak tahun 2020 ini. 

Hal itu dilontarkannya menanggapi pengakuan Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Medan, Akhyar Nasution. Ia mengaku diiming-imingi jabatan dari istana, jika mengurungkan niat maju di Pilkada Kota Medan 2020. Untuk diketahui, menantu Jokowi yakni Bobby Afif Nasution juga telah menyatakan bakal maju dalam agenda politik lima tahunan tersebut. 

"Rayuan Istana kepada Akhyar Nasution agar tidak maju seakan menunjukkan Jokowi sedang ingin membentuk the new political dynasty order atau tata dinasti politik baru yang berasal dari keluarganya," lontar Saiful Anam, Kamis 30 Juli 2020, dilansir rmol.

Untuk diketahui, Akhyar Nasution mundur dari PDIP karena partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu sepertinya akan mengusung menantu Presiden Jokowi, M. Bobby Afif Nasution di Pilkada Medan. Menurut Saiful Anam, hal serupa sudah terlebih dahulu dialami Achmad Purnomo, yang masih menjabat Wakil Wali Kota Solo. Beberapa waktu lalu, ia juga mengakui ditawari posisi oleh pihak istana, jika mengurungkan niat untuk maju di Pilkada Solo. 

Seperti diketahui, putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka baru-baru ini sudah resmi diusung PDIP dan banyak partai lainnya. Padahal sebelum nama Gibran mencuat, Achmad Purnomo adalah calon kuat yang diusung DPC PDIP Solo untuk maju dalam ajang Pilkada Kota Solo tahun ini.

"Jelas menurut saya, Jokowi di periode kedua ini, seperti ingin membentuk kerajaan politik baru, yang mencoba mempengaruhi orang lain agar tidak maju melawan keluarganya yang berpeluang ikut dalam kontestasi Pilkada," jelas Saiful Anam.

Ia menilai, Jokowi juga terlihat sedang bermain-main dengan jabatannya dengan pola yang baru terungkap ke publik, yaitu menawarkan jabatan. 

"Jokowi saya lihat sedang ingin bermain-main dengan jabatannya, dengan pola mengiming-imingi jabatan kepada calon kuat yang berpotensi menang melawan sanak familinya," ujarnya lagi.(r24)

Tulis Komentar