Dugaan Kasus PT. Musim Mas Perkampungan Masuk Dalam HGU di Pelalawan, Warga Minta Dilepaskan

Ahad, 19 Juli 2020 | 16:12:05 WIB
Dugaan Kasus PT. Musim Mas Perkampungan Masuk Dalam HGU di Pelalawan, Warga Minta Dilepaskani Foto:

GENTAONLINE.COM-Perusahaan penyulingan minyak sawit, PT. Musim Mas yang berkantor pusat di Singapura juga memiliki persebaran lahan kelapa sawit yang luas di provinsi Riau, termasuk di daerah kabupaten Pelalawan. Namun, diduga banyak permasalahan terkait Izin Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki PT. Musim Mas. Salah satunya terkait wilayah desa yang masuk ke dalam izin HGU perusahaan.

Informasi dari narasumber terpercaya gentaonline.com, salah satu dusun di kelurahan Pangkalan Lesung kabupaten Pelalawan diketahui masuk dalam area izin HGU PT. Musim Mas. Hal itu telah dipersoalkan sejak lama, namun pihak perusahaan terkesan tidak peduli terhadap permasalahan tersebut. "Nama kampungnya Dusun Tambun, di kelurahan Pangkalan Lesung, Pelalawan. Ini bukan asal omong, kita punya data lengkap dan bisa dipertanggung jawabkan" sebutnya kepada redaksi gentaonline.com, beberapa waktu lalu di Pekanbaru.

Ditambahkannya, dusun Tambun di kelurahan Pangkalan Lesung itu harus segera dilepaskan dari wilayah HGU PT. Musim Mas. Pemerintah kabupaten Pelalawan dan pihak tekait harus tegas dan meminta pihak perusahaan untuk meng-enclave (mengeluarkan dari area HGU,-red) perkampungan di dusun Tambun tersebut. "Karena ini bicara soal kesejahteraan warga disana. Sekarang warga jadi kesulitan untuk membuat legalitas lahan mereka karena masuk wilayah HGU. Kita berharap pemkab dan BPN kabupaten Pelalawan merekomendasikan pemerintah pusat secepatnya turun ke lokasi dan ukur ulang luas HGU PT. Musim Mas untuk divalidasi serta keluarkan wilayah permukiman warga dari HGU perusahaan" pinta narasumber yang identitasnya tidak ingin disebut.

Dikesempatan berbeda, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil menyebutkan wilayah desa atau kampung yang masuk dalam kawasan lahan berstatus HGU harus dilepaskan. "Inti prinsipnya adalah jika itu desa yang berdiri lama dalam HGU kawasan hutan harus dilepaskan karena memang desa itu harus disitu. Kan HGU datang belakangan" ungkapnya sebagaimana dilansir dari situs antaranews.com, Sabtu (18/7).

Belum lama ini wartawan gentaonline.com mencoba menelusuri lokasi yang dimaksud. Disana kami bertemu dengan Ijon (nama samaran) salah satu warga setempat yang sedikit banyak mengetahui informasi soal pelanggaran yang diduga dilakukan PT. Musim Mas tersebut.

Ia membenarkan soal wilayah perkampungan mereka yang masuk dalam area HGU PT. Musim Mas. Dampaknya, warga setempat pun mengalami kesulitan dalam mengurus administrasi tanah/lahan yang mereka punya. "Sampai sekarang susah kita pak kalau buat surat tanah, apalagi ngurus ngurus soal sengketa tanah disini selalu berbenturan dengan pihak Musim Mas" ungkap Ijon.

Sudah berkali-kali perwakilan warga meminta agar wilayah mereka dikeluarkan dari kawasan HGU PT. Musim Mas, namun sampai saat ini belum ada tanggapan. "Kita menyayangkan sikap perusahaan yang terkesan enggan mengeluarkan dusun Tambun ini dari area HGU mereka" keluh Ijon.

Ijon berharap pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ATR/BPN agar meng-cross check kembali soal peizinan HGU PT Musim Mas agar permasalahannya tidak berlarut-larut. "Selama ini kita menduga lahan yang dimilikinya berlebih dari yang tercantum di HGU, bahkan  lahan perkampungan disini terancam jadi lahan perkebunan mereka" gusarnya.

Usaha redaksi gentaonline.com untuk mengonfirmasi pihak PT. Musim Mas belum berhasil. Sampai berita ini diterbitkan pesan konfirmasi yang dikirimkan pun tidak mendapat jawaban. (Edy Lelek)

Tulis Komentar