Bicara Kriteria Menteri, Amien Rais: Saya Tak Sedikitpun Jagokan Seseorang

Sabtu, 04 Juli 2020 | 11:04:50 WIB
Bicara Kriteria Menteri, Amien Rais: Saya Tak Sedikitpun Jagokan Seseorangi Foto:

GENTAONLINE.COM - Amien Rais kembali bicara soal isu reshuffle dan video kemarahan Presiden Joko Widodo kepada para menterinya. Dalam pernyataan itu, Amien Rais mengatakan bukan sedang menjagokan seseorang.

"Jadi saya mengharapkan jangan sampailah pemerintahan Jokowi ini rontok sebelum waktunya. Karena itu, kalau memang mau reshuffle, saya tidak ada sedikitpun ya, 'jangan-jangan Pak Amien menjagokan seseorang', tidak, sama sekali," kata Amien Rais melalui video yang diunggah di akun Instagram miliknya @amienraisofficial, Jumat (4/7).

Amien sempat mengajak membayangkan kondisi buruh saat ini yang wajahnya kelihatan kosong. Ketika para buruh berdemo, kata Amien Rais, juga terlihat tatapan pandangan yang kosong. Padahal kalau harapan kosong, jadi hidup yang kosong juga," ujarnya.

Di awal video, Amien Rais menjawab pertanyaan lawan bicaranya yang bertanya tentang reshuffle Kabinet Jokowi dan kriteria menteri. Amien Rais menyampaikan pesan tentang seseorang yang ketika mendapat posisi atau amanat untuk mengelola sebuah bidang kehidupan, harus bergantung pada niatnya.

Dia melihat, kelemahan kabinet Jokowi di periode kedua ini yakni ada banyak menteri yang tak paham betul dengan kehidupan rakyat yang kembang kempis. Amien Rais menyinggung menteri yang disebutnya kurang mementingkan kepentingan bangsa.

"Mereka itu kan kehidupannya seperti di angkasa luar ya, artinya selalu enak ya. Di zona comfort istilahnya orang sekarang itu, apapun dia bisa lakukan, ke luar negeri berkali-kali, makan enak di restoran-restoran yang mahal, menginap di Five Star Hotel, dan lain-lain. Tiba-tiba direkrut jadi menteri-menteri yang mestinya mementingkan kepentingan bangsanya, rakyatnya terlebih dahulu dari kepentingan dirinya sendiri. Saya lihat itu tidak terjadi," ujar Amien Rais.

Amien Rais lalu bercerita tentang pedagang-pedagang yang warungnya harus tutup. Amien juga mengaku bertemu teman dari kadin (kamar dagang dan industri) yang bercerita ada pegawainya yang berniat pinjam uang.

Lalu ada orang yang mau pinjam Rp 1 juta dengan jaminan sepeda motor butut. Kemudian, lanjut Amien Rais, ada orang yang mau pinjam uang Rp 150 ribu untuk beli makan. Amien Rais mengaku blusukan dan menerima banyak keluhan dari masyarakat dari sisi ekonomi."Jadi, nah apakah ini tidak terpantau? karena sepertinya masih santai. Sesungguhnya kan baru sekarang, Pak Jokowi dengan agak marah dan jengkel mengatakan 'tidak punya sense of crisis bagaimana kita ini. Tidak ada perasaan', segala macam. Dia sendiri kan selama ini tidak punya sense of crisis juga. Tapi setelah ini memang angka-angkanya berat sekali," kata Amien.

Amien Rais kemudian menyinggung soal angka pengangguran. Amien menyebut kalau pengangguran sebelum pandemi virus Corona 6,8 juta orang, setelah pandemi angkanya berbeda.

"Kalau BPS itu yang dirumahkan dan di-PHK 1,7 juta. Tapi kalau kadin (kamar dagang) sendiri, yang komunitas para pengusaha, mereka punya catatan masing-masing berapa yang dirumahkan, berapa yang di-PHK. Angkanya 6,4 juta, jadi selisihnya jauh," ujarnya.

"Dan yang dirumahkan memang lebih banyak, karena yang dirumahkan itu tak bayar pesangon," lanjut Amien Rais.(dtk)

Tulis Komentar