IPRY Kom. Kuansing & BPKAD Taja "Kuansing menuju smart Regency"

Jumat, 06 Maret 2020 | 14:52:51 WIB
IPRY Kom. Kuansing & BPKAD Taja Foto:

GENTAONLINE.COM - Ikatan Pelajar Riau Yogyakarta Komisariat Kuansing melalui devisi PSDM mengelar diskusi dengan Tema "Kuansing menuju Smart Regency" dengan mendatangkan Kepala BPKAD Kab. Kuansing Hendra AP M.Si dengan Pemantik Muhammad Pailus seorang start up enthusiast dan juga sedang menempuh Magister Informatika Di Universitas Islam Indonesia yang juga berasal dari Talontam Benai.

 

Diskusi Tersebut dihadiri 50 mahasiswa kuantan singingi yang berada di Jogjakarta, antusias mahasiswa sangat tinggi, karna banyak ide dan pemikiran yang akan disampaikan pada diskusi tersebut, yang mereka dapatkan di kampus, untuk kemajuan kuantan singingi, bak kata pepatah "Demi Mambangkik Batang Tarondam.

 

Saya sangat bangga terhadap adek adek mahasiswa yang masih tinggi semangat nya untuk kemajuan daerah, apalagi acara ini sangat menarik karna temanya akan memunculkan ide ide kreatif dan inovatif dari kita semua, "sebut Yebi yuriandala S.T,M. Eng sebagai penasehat IPRY kom - Kuansing dan Juga Dosen Di Universitas Islam Indonesia.

 

Muhammad Failus menyampaikan bahsawanya Kuantan Singingi ini membutuhkan SDM yang kuat dan mumpuni sebagai pondasi awal untuk merealisasikan Smart Regency.


Oleh karena itu, masyarakat juga membutuhkan edukasi mengenai apa itu Smart Regency, kegunaannya, hingga bagaimana konsep transparansi terapan. Kuantan singingi itu lebih cocok dibangun dari desa, karena jika kebutuhan data terkecilnya (desa) telah dibangun, maka pembangunan keatasnya akan lebih mudah.

 

kendala yang dihadapi selama ini bukanlah masalah teknologi, hanya saja masyarakat memiliki ketakutan dan trauma di tinggalkan oleh vendor, itu lah sebabnya Smart City belum juga terlaksana di Kuansing. Dan ternyata di kuantan singingi sendiri sudah ada satu desa di kecamatan benai yg menggunakan smart village yaitu desa talontam benai dan itu dibimbing oleh saya sendiri "sebut Pailus”.

 

Sementara itu Kepala BPKAD yang akrab disapa pak keken menyatakan, kami sangat mendukung upaya pengembangan seperti smart regency ini, dan tidak ada kekhawatiran Pemda terhadap Smart City/Regency dan penerapan transparasi. Sejauh ini sistem 'Smart' sudah di agendakan, hanya saja implementasinya belum terlaksana ataupun belum terkonsep dalam sebuah sistem yang terpadu. apalagi di seluruh desa di kuantan singingi sudah terkoneksi dengan internet ujar Kepala BPKAD.

 

Rengki PP selaku ketua IPRY Kom - Kuansing menyampaikan bahsawanya, saya berharap ini bukan sekedar diskusi tanpa aksi. Karna akan membuang tenaga dan pemikiran dan saya harap akan ada keberlanjutan dari pihak pemerintah, dan kami siap menjadi patrner pemerintah untuk smart regency ini, demi kuansing menuju kesejahteraan "tutup rengki".

Tulis Komentar