Stop Politisasi HMI, Badko HMI Riau-Kepri Dukung Kongres 31 di Palembang

Rabu, 04 September 2019 | 22:55:32 WIB
Stop Politisasi HMI, Badko HMI Riau-Kepri Dukung Kongres 31 di Palembangi Foto:

 

GENTA - HMI merupakan salah satu aset bangsa yang telah nyata memberikan kontribusi terhadap negara ini, kemampuan HMI dalam memberikan kontribusi tidak terlepas dari kader-kadernya yang mampu merespon perkembangan bangsa.

Dan salah satu hal yang mesti kita respons adalah adanya gerakan yang memecah-belah HMI.

Saat Kongres HMI ke XXX di kota Ambon dengan terpilihnya dan menetapkan saudara Respiratori Saddam aljihad menjadi ketua umum PB HMI yang sah dipilih oleh seluruh cabang HMI se indonesia dan beliau merupakan nahkoda dalam perahu besar ini.

jika ada oknum yang mengatasnamakan ketum PB HMI, maka dapat dipastikan pengklaiman itu merupakan pelanggaran konstitusional dan melanggar kesepakatan seluruh peserta kongres.

Dan jika ini dibiarkan akan berdampak negatif terhadap Himpunan. demi menjaga keutuhan himpunan maka BADKO Riau-Kepri bersikap tegas dan merekomendasikan kepada PB HMI untuk segara memecat oknum-oknum yang memecah-belah HMI.

Terkhusus kepada dalang perpecahan yaitu (Arya kharisma Hardi) Karena telah terbukti membawa perpecahan ditubuh Himpunan. 

Salah satu dampak buruknya adalah terjadinya dualisme kepengurusan cldi cabang Dumai badko Riau-kepri meskipun begitu hanya satu konfercab yang sah yaitu terpilihnya saudara Andi Qodri.

Dan perlu diketahui bersama bahwa pleno 2 PB HMI telah terselenggara di DKI Jakarta, kepulauan seribu, pulau Tidung pada tanggal 2-4 Agustus 2019 dan salah satu rekomendasi peserta pleno adalah memecat Arya Kharisma Hardi sebagai anggota HMI karena telah terbukti membuat perpecahan di tubuh HMI.

Selain pemecatan Arya peserta pleno bersepakat bahwa tuan rumah kongres selanjutnya akan dilaksan di kota Palembang. Untuk itu stop politisasi HMI melalui gerakan kongres luar biasa.

Karena pleno yang sah ada pleno yang diselenggarakan oleh ketua umum PB HMI yang sah Respiratori Saddam Al-Jihad bukan ketum PJ-PJ-an atau tandingan.

Untuk itu saya mengajak seluruh kader HMI untuk
Melebur dalam perbedaan menuju rekonsiliasi pada kongres XXXI di Palembang. merajut kembali perbedaan itu di dalam forum kongres selanjutnya. Sehingga forum kongres menjadi legitimasi kepemimpinan selanjutnya tanpa harus ada forum kongres tandingan atau abal-abal.

Dan setelah itu kita bangkit kembali untuk menproteksi dan proyeksi peningkatan SDM internal HMI khususnya dan Indonesia pada umumnya. Demi HMI dan Negara yang bermarwah.***

 

Sahrin
Ketua umum HMI BADKO Riau-Kepri

Tulis Komentar