Viral, Di Universitas Khairun Ospek Maba Jalan Jongkok dan Minum Bekas Air Ludah

Jumat, 30 Agustus 2019 | 19:27:19 WIB
Viral, Di Universitas Khairun Ospek Maba Jalan Jongkok dan Minum Bekas Air Ludahi Foto:

GENTAONLINE.COM-Peristiwa orientasi mahasiswa baru atau dikenal dengan ospek yang terekam pada sebuah video dan beredar di media sosial dipastikan terjadi di Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara.

Pada video viral yang beredar, terlihat beberapa mahasiswa baru mengenakan jas almamater berwarna kuning menaiki anak tangga dengan cara jalan jongkok dan membawakan tas para seniornya.

Senior yang mayoritas mengenakan kaus warna biru gelap itu mengelilingi mahasiswa baru tersebut sambil tertawa. Terlihat pula salah satu laki-laki mengenakan baju kotak-kotak coklat berniat membantu membawakan tas yang dibawa mahasiswa baru. Namun, dicegah oleh seorang mahasiswi berbaju biru gelap dengan cara menendang.

Tak hanya satu video. Video lainnya memperlihatkan para mahasiswa duduk di sebuah ruangan dan diminta bergantian meminum air putih pada wadah kemasan gelas. Selanjutnya, air yang diminum dikeluarkan kembali ke dalam gelas, dan diberikan kepada mahasiswa yang ada di sebelahnya.

Penelusuran Ristek Dikti

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Ismunandar mengatakan, peristiwa yang ada dalam video tersebut terjadi di Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara. "Sudah saya cek ke kampusnya. Betul di Unkhair (Universitas Khairun)," kata Ismunandar, Jumat (30/8).

Ismunandar mengatakan, kegiatan orientasi mahasiswa baru yang dilakukan seperti ini tidak boleh terjadi.

Menurut dia, saat ini pihak kampus telah turun tangan atas kejadian ini. "Kampus Unkhair sudah menindaklanjuti sesuai aturan akademik yang berlaku," ujar Ismunandar.

Ia menjelaskan, Kemenristek Dikti sebenarnya telah memberikan panduan terkait Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB).

"Demikian juga perguruan tinggi tidak diperbolehkan mengembangkan model pengenalan kampus sesuai dengan interpretasi masing-masing sehingga terjadi penyimpangan antara lain aktivitas perpeloncoan oleh senior, kekerasan fisik, dan atau psikis yang dapat berakhir dengan adanya korban jiwa. Tentu saja dapat menimbulkan kecemasan, kekhawatiran, dan ketakutan bagi mahasiswa baru, orangtua dan masyarakat pada umumnya," papar Ismunandar.

Konfirmasi Universitas Khairun

Saat dikonfirmasi terkait hasil penelusuran Kemenristek Dikti, Wakil Rektor Kemahasiswaan Universitas Khairun Syawal Abdul mengakui, peristiwa itu terjadi di kampusnya.

Pihak universitas telah melakukan pemeriksaan terkait peristiwa ini. “Kami sudah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap keterlibatan beberapa oknum mahasiswa senior Fakultas Perikanan dan Kelautan,” kata Syawal, Jumat (30/8) siang.

Syawal mengatakan, mahasiswa yang terlibat telah diberi sanksi tegas oleh pihak kampus.

“Kami akan tindak lanjut dengan pemberian sanksi akademik kepada mereka yang terindikasi keterlibatannya, baik itu sanksi pemberhentian tetap maupun pemberhentian sementara sebagai mahasiswa,” ujar dia.

Surat resmi bertanda tangan Rektor Univeritas Khairun Husen Alting menyebutkan, empat orang mahasiswa yang dinyatakan terlibat diberi sanksi skorsing perkuliahan selama satu semester hingga dua semester.

Mahasiswa yang terlibat tersebut juga sudah meminta maaf dan mengaku menyesal atas tindakan tersebut.

“Pada kesempatan ini kami atas nama institusi menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak atas kejadian tersebut, dan mengharapkan tidak akan terjadi pada waktu mendatang,” tulis Husen dalam pernyataan resminya. (Genta/Kompas)

Tulis Komentar