Nyatakan Mosi Tidak Percaya, Tuntut Saddam Mundur dari PB HMI

Rabu, 19 Desember 2018 | 13:00:38 WIB
Nyatakan Mosi Tidak Percaya, Tuntut Saddam Mundur dari PB HMIi Foto: Ketua Umum PB HMI R. Sadam Al-Jihad

GENTAONLINE.COM-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang berdiri sejak 1947 tahun silam hingga saat ini masih mengalami konflik intrik yang tidak berkesudahan. Paska dilantiknya R. Saddam Al-Jihad sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) beberapa bulan lalu, masalah-demi masalah menyikut organisasi mahasiswa tertua di Indonesia ini. Puncaknya, fungsionaris PB HMI periode 2018-2020 menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan R.Saddam Al-Jihad. Sebagaimana, tertulis dalam press release yang diterima redaksi pada Rabu pagi (19/12).

Saddam dinilai telah melanggar konstitusi HMI dan lebih parah lagi, mencoreng nama baik HMI sebagai organisasi yang ber-Azaskan Islam dengan melakukan tindakan amoral yang melibatkan kader eksternal maupun internal HMI sendiri.

"Sumpah, buktinya ada sama saya. Tapi maaf, kami tidak akan men-share melalui media apapun. Kalau mau lihat, silakan temui kami di sekretariat PB HMI" ujar Ketua Bidang Pembina Aparatur Organisasi (PAO) PB HMI Rahim Key menjawab pertanyaan redaksi Genta Online, Rabu siang (19/12) via telepon seluler.

Ia menambahkan, hingga saat ini lebih dari setengah jumlah cabang HMI se-Indonesia juga menyatakan mosi tidak percaya dan menuntut Saddam untuk meninggalkan jabatan Ketua Umum PB HMI periode 2018-2020. "Setelah kami rekap, ada 135 cabang dari 212 jumlah cabang HMI di Indonesia. Kita serahkan kepada MPK PB HMI, semoga mereka bisa adil dan bijaksaksan memandang problem ini" tutur Rahim.

Menurut Rahim, langkah ini diambil sebagai bentuk penyelamatan organisasi mahasiswa Islam. Selama ini, tidak ada yang meragukan bahwa HMI hadir sebagai bagian perjuangan terdepan dalam menegakkan nilai-nilai ke-Islaman.

"Harusnya kita sebagai kader HMI memegang teguh pendirian itu. Bukan malah merusak nama baik Islam itu sendiri" tutupnya.

Berikut isi press release yang diterima oleh redaksi Genta Online:

Assalamualaikum,
Tahun 1947 hingga saat ini tidak ada yang menyangsingkan HMI hadir di negeri sebagai bagian perjuangan terdepan menegakkan nilai-nilai ketauhidan dan keislaman. Nilai ketauhidan dan keislamaan tersebut mengalir pada setiap titik nadi setiap kader. Sebagai  organisasi kader dan organisasi perjuangan yang diejawantahkan dalam setiap gerak organisasi yang berasaskan Islam. Sebagai organisasi Islam, sudah sepatutnya dalam setiap pribadi kader HMI harus mengekspresikan, menjaga dan menyebarkan nilai-nilai keIslaman dalam segenap tingkah dan prilaku pada kehidupan sehari-hari. Kemudian yang harus dipahami oleh seluruh kader HMI tanpa terkecuali bahwa misi yang diemban oleh kader HMI adalah tak ubahnya sebagai sebuah misi Kenabian, misi pembebasan yang memiliki kecenderungan kepada yang hanief.

Selanjutnya sebagai sebuah organisasi HMI menjunjung tinggi AD/ART yang menjadi semacam titik kulminasi kesepakatan berkumpul. Oleh karenanya setiap pribadi kader HMI dalam setiap gerak langkahnya harus tunduk dan patuh  pada AD/ART yang berlaku dan disepakati bersama. Pada prinsipnya kesadaran seorang kader untuk menjaga gerak langkahnya untuk tidak bertentangan dengan AD/ART merupakan kesadaran ilahiah karena akan equivalen dengan kesadaran seorang mukmin untuk menjaga dirinya agar tidak bertentangan dengan Al Quran dan Al Hadist. Kesadaran konstitusional yang demikianlah yang mampu dicerminkan oleh setiap kader HMI.

Akan tetapi istilah sosiologis dasein dassolen (apa yang terkonsep secara teoritis tidak selalu terjewantahkan secara ideal) nampaknya menjadi sebuah istilah yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi di internal HMI hari ini. Hal ini ditandai dengan terjadinya tindakakan amoral sdr. Respiratori Saddam Al Jihad Ketua Umum PB HMI, menampar keras keluarga besar Himpunan kita ini. Semangat dan perjuangan para kanda, yunda, dan kita semua (kader HMI) harus di nodai oleh pemimpin tertinggi yang seharusnya mampu mengejawantahkan kesadaran berorganisasi secara ideal. 
Melalui release ini, berdasarkan beberapa poin diatas kami selaku fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) berdasarkan SK PB HMI Periode 2018-2020 Nomor : ISTIMEWA/KPTS/K/08/1439 tentang Susunan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Periode 2018-2020 tertanggal 12 Rajab 1439 H bertepatan pada 29 Maret 2018. Bermaksud menyampaikan beberapa hal, diantaranya:

Terjadinya tindakan amoral yang dilakukan oleh Ketua Umum PB HMI, Respiratori Saddam Al Jihad dengan beberapa korban, baik dari pihak eksternal maupun internal yang menghancurkan marwah organisasi dan mencoreng nama baik keluarga besar HMI. Sampai dengan saat ini, tidak ada penjelasan dari Respiratori Saddam Al Jihad atas tindakan amoral tersebut. Hal itu bertentangan dengan pasal 3, 4, dan 5 AD HMI serta pasal 6 (ayat 1 dan 3), dan pasal 20 (ayat 4) ART HMI. 

Terjadinya reshuffle kepengurusan PB HMI, dimana Respiratori Saddam Al Jihad mengangkat unsur pimpinan Sekretaris Jenderal yang sudah masuk dalam kepengurusan MN KAHMI dan Perempuan SOKSI dalam hal ini menjabat sebagai anggota departemen Kajian Amerika dan Eropa. Hal itu bertentangan dengan pasal 4 (ayat 5 dan 6) dan pasal 9 ART HMI.

Dari point-point diatas, maka dalam release ini kami menyampaikan MOSI TIDAK PERCAYA kami kepada Sdr. Respiratori Sadddam Al Jihad selaku Ketua Umum PB HMI, dan menyerahkan kepada MPK PB HMI sebagai mana pasal 14 AD HMI serta pasal 41, 42, dan 43 ART HMI, untuk menjatuhkannya dari jabatan ketua umum sesuai pasal 20 (ayat 11) dan /atau memecatnya sesuai dengan pasal 9 (ayat 1 dan 2) sebagai anggota biasa HMI sekaligus mengembalikan kepengurusan kepada SK sebelumnya dengan Nomor : ISTIMEWA/KPTS/K/08/1439 karena mengandung kecacatan didalamnya. 

Kami juga menghimbau kepada seluruh kader HMI se Indonesia dan Luar Negeri, khususnya pada instansi Badan Koordinasi, Cabang, Koordinator Komisariat, serta Komisariat untuk serius menyoroti masalah-masalah prinsip seperti dalam poin-poin diatas dan menyampaikan MOSI TIDAK PERCAYA kepada yang bersangkutan dan ditujukan ke MPK HMI.

Demikian press release ini kami buat dan kami sampaikan di Sekretariat PB HMI Jl. Sultan Agung No. 25A dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab serta tanpa paksaan dari pihak manapun untuk menjaga marwah organisasi dan nama baik keluarga besar HMI. Atas perhatian dan perjuangan yang telah kita lewati bersama selama ini kami ucapkan terimakasih.

Billahi taufik wal hidayah
Wassalamu’alaikum wr. wb.


Arya Kharisma Hardy (Sekretaris Jenderal)
Rahim Key (Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi) 
Robbi Syahrir (Ketua Bidang Lingkungan Hidup) 

(Genta)

Tulis Komentar