Diduga Ada Kecurangan Pembagian Dana Plasma, Warga Curhat ke LIRA Rohil

Sabtu, 24 Maret 2018 | 04:40:49 WIB
Diduga Ada Kecurangan Pembagian Dana Plasma, Warga Curhat ke LIRA Rohili Foto:

GENTAONLINE.COM-Warga penerima Plasma dari PT. Jatim Jaya Perkasa yang beroperasi diwilayah Kecamatan Pekaitan dan Bangko merasa ada indikasi pembagian dana Plasma tidak sesuai dengan yang sebenarnya.

Dugaan adanya permainan pembagian dana Plasma yang dihandle oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Bagansiapiapi ini, sehingga membuat warga penerima merasa curiga, terkesan adanya permainan antara Pihak PT. JJP, Koperasi dan pihak Kepenghuluan yang membagikan.

Salah satu warga penerima Plasma Mardiana yang bernaung dibawah Koperasi Unit Desa (KUD) Bagansiapiapi mengatakan bahwa dana Plasma yang diterima Rp. 250.000-300.000/bulannya. Namun dibayar 3 bulan sekali setiap pengambilan dana plasma dari Koperasi tersebut tidak adanya slip ataupun tandatangan penerima dari peserta penerima plasma.

"Kalaupun saya menjadi anggota Koperasi Unit Desa (KUD) Bagansiapiapi tidak adanya Kartu Anggota sebagai peserta Koperasi serta tidak adanya Rapat Anggota Tahunan (RAT), hal ini yang membuat saya kecurigaan kepada Koperasi Unit Desa (KUD) Bagansiapiapi, PT. JJP dan Pihak kepenghuluan," keluh Mardiana Kamis, 22 Maret 2018.

Menurutnya, kegiatan ini sudah berlangsung lama sejak tahun 2011 yang lalu, dengan adanya indikasi ini dirinya langsung melakukan audiensi dengan pihak pengelola Koperasi Unit Desa (KUD) Bagansiapiapi yang diketuai oleh Mansyur K. Namun jawaban yang diberikan.

 "Mengapo pulo itu kau tanyokan (Mengapa pula itu kamu tanyakan), kalo udah dibagikan udahlah (kalau udah dibagikan sudahalah) dengan logat bagannya," ungkap Mardiana.

Dengan jawaban yang kurang diplomatis ini Mardiana langsung menuju kediaman sekretaris Koperasi Unit Desa (KUD) Bagansiapiapi Ridwan yang beralamat Jl. Madrasah mengemukakan hal yang sama.

"Buk Mardiana, tidak usah lai menanyokan hal dana plasma boapo, kan kami sudah mau membagikan kepada masyarakat, selamo iko tak ado yang komplin doh, tapi hanyo ibuk sendiri yang komplen (Buk Mardiana, tidak usah lagi menyanyakan hal dana plasma berapa, kan kami sudah mau membagikan kepada masyarakat, selama ini tak ada yang komplin lah, tapi hanya ibuk sendiri yang komplen) ," jawab Ridwan.

Mendengar jawaban senada antara Mansyur K dan Ridwan, lantas  Mardiana mengunjungi Dinas Koperasi dan UKM Kab. Rokan Hilir menanyakan perihal keberadaan Koperasi Unit Desa (KUD) Bagansiapiapi apakah masih aktif atau tidak, setelah dicek kedinas bersangkutan ternyata Koperasi Unit Desa (KUD) Bagansiapiapi tidak terdaftar aktif serta syarat-sayarat sebagai Koperasi aktif tidak terpenuhi. Herannya lagi tambah Mardiana, KUD Bagansiapiapi tetap masih menerima dana plasma dari PT. JJP.

Kemudian, tidak adanya jawaban yang bisa meyakinkan, Mardiana dan Anggota penerima Plasma yang lainnya membuat laporan ke LSM Lira Kab. Rokan Hilir untuk ditindaklanjuti dengan tanggal Surat 09 Maret 2018 yang ditandatangani Mardiana dan lampiran peserta penerima plasma lainnya.

Sementara itu Bupati LSM Lira Rohil (Zacky Al-Masri) saat dihubungi di Sekretariat LSM Lira Jl. Perwira Bagansiapiapi membenarkan adanya laporan dari warga penerima plasma dari PT. Jatim Jaya Perkasa, Zacky Al-Masri menjelaskan pihaknya (LSM Lira Kab. Rohil) siap untuk memfasilitasi kegaduhan masyarakat ini tentang dana plasma yang diterimanya setiap bulan dirasakan tidak sesuai dengan aturan sebenarnya.

"Dalam waktu dekat Al-Masri LSM Lira Rohil akan menyurati Pihak DPRD Rohil, yang ditembuskan Ke Plt. Bupati Rohil, PT. JJP, KUD Bagansiapiapi, Dinas Koperasi dan UKM, serta pihak terkait," katanya. (dr)

Tulis Komentar